Select Page

Pembangunan infrastruktur yang semakin merata ke seluruh daerah di Indonesia membuat akses pengiriman barang juga semakin dipermudah. Jasa pengiriman barang dibagi menjadi dua jenis, yaitu jasa ekspedisi dan cargo. 

Kedua jasa ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mengirim barang berupa dokumen ataupun paket. Lantas, apa perbedaannya? 

Jasa pengiriman ekspedisi adalah pengiriman barang dengan skala yang relatif kecil. Sementara, jasa pengiriman cargo adalah pengiriman dengan skala besar.

1. Berat, Jumlah, dan Jenis Barang

Jasa pengiriman ekspedisi umumnya digunakan untuk mengirim barang satuan yang relatif ringan dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Pemilihan ekspedisi reguler adalah salah satu jenis ekspedisi yang paling sering digunakan untuk konsumen individu dengan kebutuhan pengiriman kecil.

Beberapa contoh jenis barang yang sering dikirimkan melalui jasa ekspedisi adalah pakaian, makanan, dokumen, barang rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, jasa cargo lebih ditujukan untuk barang dengan berat yang sudah ditentukan oleh pihak cargo, misalnya 10 kg atau 50 kg. Maka itu, jasa pengiriman cargo lebih sering digunakan untuk pengiriman barang seperti mobil, motor, bahan industri, maupun barang pindahan rumah. 

2. Lama Pengiriman (Urgensi)

Urgensi pengiriman barang biasanya ditentukan dengan jenis barang. Jika barang yang akan dikirimkan berjenis makanan atau bahan yang mudah rusak, maka pilihan layanan yang digunakan adalah reguler, kilat/ekspres, atau same-day-service. 

Jasa ekspedisi akan memproses barang untuk pengiriman cepat melalui jalur udara dengan pesawat. Apabila layanan pengiriman barang urgensinya rendah maka Anda bisa menggunakan layanan standard dengan harga yang relatif lebih murah.

Sementara jasa pengiriman cargo, umumnya menggunakan transportasi darat berupa truk dan kapal. Penggunaan kedua moda transportasi tersebut dibedakan dengan tujuannya. Truk digunakan untuk pengiriman dalam pulau.

Sedangkan kapal digunakan untuk pengiriman luar pulau. Sehingga, waktu pengirimannya akan lebih lama dibanding menggunakan jasa pengiriman ekspedisi reguler. Umumnya jasa pengiriman cargo reguler menghabiskan waktu sekitar tiga sampai 15 hari. 

3. Budget dari Pengirim

Selain mempertimbangkan waktu, konsumen juga harus mempertimbangkan budget pengiriman. Ekspedisi melakukan pengiriman barang dengan perhitungan tarif per kilo (minimum 1kg). 

Jadi, semakin berat barang yang dikirimkan maka tarifnya semakin mahal. Selain itu, budget pengiriman barang juga ditentukan dari volume barang. Barang ringan dengan volume besar akan dikenakan tarif lebih mahal dari perhitungan berat asli.

Ekspedisi reguler juga menyediakan berbagai macam layanan dengan harga bervariasi, tergantung kecepatan pengiriman yang diinginkan. Semakin cepat durasi pengiriman, tentu tarifnya akan semakin mahal. Beberapa contoh penyedia ekspedisi reguler adalah JNE, TIKI, J&T.

Sementara jasa cargo memiliki perhitungan tarif berdasarkan berat minimum yang ditentukan. Apabila barang yang akan dikirimkan memiliki berat dengan rata-rata lebih dari 10 kg, maka tarif perkilo akan lebih murah daripada ekspedisi reguler.